deskripsi gambar

Aksi Damai 1000 lilin untuk Rico, mimpi tapi nyata, Bobotoh - Jak Saling Berdampingan

On Juli 28, 2017 with No comments



Rico Andrean (22) tak bisa melawan takdirnya. Bobotoh Persib itu mengembuskan napas terakhirnya usai menjadi korban pengeroyokan sekelompok suporter Persib di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Bandung, Sabtu (22/7) lalu.

Saat itu, Persib Bandung tengah bertanding melawan musuh bebuyutannya Persija Jakar‎ta, dalam lanjutan Liga 1 Indonesia. Pemuda asal Cicadas Kota Bandung tersebut meninggal dunia setelah lima hari kritis dan terbaring di Rumah Sakit (RS) Santo Yusuf Bandung, karena luka karena pengeroyokan sejumlah suporter Persib.

"Rico Andrean bin Abu Bakar Bandung, bobotoh yang menjadi korban pengeroyokan itu ‎kami laporkan bahwa pada pukul 10.15 WIB meninggal dunia di RS Santo Yusuf," kata Kapolrestabes Bandung Kombes Pol Hendro Pandowo pada wartawan, Kamis (27/7).

Rico dikeroyok sejumlah bobotoh seusai laga Persib Bandung kontra Persija Jakarta, di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Kota Bandung, Sabtu lalu. Rico tuding sebagai salah satu pendukung Persija. Rico mengalami luka-luka di sekujur tubuhnya dan juga geger otak.

Buntut dari insiden itu Bobotoh dan Jakmania menggelar aksi damai dengan menyalakan lilin. Aksi itu disampaikan akun Facebook Go-Jek Traveloka Liga 1 yang mengunggah video aksi lilin tersebut.
Dalam video itu tampak ratusan Bobotoh dan Jakmania hadir. Mereka juga menyanyikan lagu-lagu nasional.

"Berasa mimpi tapi nyata, saling berdampingan. Semoga ini menjadi awal yang baik. Allahu Akbar ini real not hoax. Sudahi Permusuhan ini Jak-Bobotoh!," tulis akun Go-Jek Traveloka Liga 1.

Sumber : Merdeka.com

Iklan
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »