deskripsi gambar

Coba Rebut Pistol Polisi, Residivis Tewas Ditembak

On Agustus 27, 2017 with No comments

Ekposnews.com - Taufan alias Apek (28), warga Desa Mekar Jaya, Kecamatan Sungai Gelam, Kabupaten Muarojambi, Minggu (27/8), harus meregang nyawa setelah ditembak anggota Unit Buser Satreskrim Polresta Jambi. Tindakan tegas diambil pihak kepolsiian terhadap Apek, karena ia melawan dan berupaya merampas senjata api (senpi) milik petugas kepolisian saat akan dilakukan penangkapan.

Kapolresta Jambi Kombes Pol Fauzi Dalimunthemengatakan Apek merupakan tersangka kasus pencurian dengan pemberatan (curat). Ia dilaporkan membobol ruko milik Kemas Septian Dwinugraha (28), yang berlokasi di kawasan Kampung Manggis, Kecamatan Pasar, Kota Jambi.
Kapolresta Jambi menyebutkan, Apek melakukan aksinya pada Selasa (22/8) lalu sekira pukul 04.50 WIB. Saat itu, Apek berhasil membawa kabur 1 unit laptop merk Apple warna putih, 1 unit laptop merk Apple warna silver, 1 unit HP merk Apple 6, 1 unit HP merk Apple 4s, 1 unit HP merk Apple 4g, 1 unit HP Samsung lipat, 1 jam tangan merk Gshock, serta 1 unit kamera merk Xiaomi.
Aksi pencurian tersebut diketahui korban setelah mendapat laporan dari saksi Kemas Triza Lutfi Hamid (22) dan Indra Apriandi (27), yang melihat jendela di lantai dua ruko dalam keadaan rusak. Korban kemudian mengecek rekaman CCTV, dan ternyata benar ada aksi pencurian yang dilakukan oleh Apek.
Setelah mendapatkan laporan dari korban, anggota Satreskrim Polresta Jambi lantas melakukan penyelidikan. Minggu (27/8) siang sekira pukul 12.30 WIB, laptop Apple milik korban terdeteksi hidup di kawasan Lorong Jatayu, Kecamatan Palmerah, Kota Jambi. Bahkan petugas kepolisian juga mendapatkan informasi juga Apek juga tengah berada di Lorong Jatayu.
Mendapat informasi tersebut, anggota Unit Buser Satreskrim Polresta Jambi langsung bergerak ke Lorong Jatayu, Kecamatan Palmerah untuk melakukan penangkapan. Namun saat dilakukan penyergapan, Apek melakukan perlawanan dengan berusaha merampas senpi anggota, namun gagal.
Apek pun kemudian memilih melarikan diri. Tembakan peringatan yang dilepaskan petugas kepolisian juga tidak diindakan Apek. “Tidak mau kehilangan buruan, petugas lantas melumpuhkan dengan melepaskan tembakan ke kaki dan tangan pelaku,” ujar Kapolresta Jambi, Senin (28/8).
Meski mengalami luka tembak, namun Apek tetap melarikan diri. Setelah dilakukan penyisiran oleh petugas kepolisian, sekira pukul 13.50 WIB Apek ditemukan tergeletak di kebun pisang di kawasan Lorong Jatayu. Oleh pihak kepolisian Apek lantas dilarikan ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk mendapatkan perawatan.
“Sekira pukul 14.10 WIB pelaku dinyatakan meninggal dunia oleh pihak kepolisian,” pungkas Kapolresta Jambi.



Iklan
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »