deskripsi gambar

Penipu Modus Jual Mobil Tarikan di OLX dan Facebook Ditangkap Polisi

On Agustus 30, 2017 with No comments

Ekposnews.com -  Rusmin Zainudin (34) ditangkap Satuan Reserse Kriminal (satreskrim) Metro Jakarta Selatan setelah diduga menipu puluhan orang dalam kasus jual beli mobil fiktif di situs OLX dan Facebook.

Kepala Satuan Reskrim Polres Jakarta Selatan AKBP Bismo Teguh Prakoso menyatakan, modus yang dilakukan pelaku dengan cara menawarkan iklan mobil tarikan leasing dibawah harga pasaran di situs tersebut. Masyarakat yang melihat iklan itu pun tergiur, lantaran ia mematok harga jauh di bawah pasaran mobil tersebut.

"Korban yang tertarik diminta mengirimkan sejumlah uang sebagai tanda jadi. Nilainya antara Rp1 hingga Rp5 juta. Saat ini baru enam korban yang kami deteksi, tapi kami duga ada korban lain mengingat pelaku sudah beroperasi sejak 2015 lalu," kata AKBP Bismo saat menggelar ekspose penangkapan pelaku di Mapolres Jakarta Selatan, Rabu (30/8).

AKBP Bismo menyatakan, para korban kebanyakan berasal dari luar Jakarta. Setelah mengirimkan uang, para korban mengaku sulit menghubungi pelaku. Terang saja, karena setelah berhasil menipu korban, pelaku selalu menggantu kartu selularnya.

"Ini terbukti saat kami lakukan penangkapan, ditemukan puluhan kartu sim card yang belum dan sudah terpakai. Juga ada banyak handphone milik pelaku," terang AKBP Bismo.

Sementara itu, Kanit Resmob Satreskrim Polres Jakarta Selatan Iptu Falva Yoga menambahkan, pada perbuatan terakhirnya, pelaku memposting iklan di OLX atas nama palsu Fitra Pratama. Ia menawarkan mobil dengan jenis Ford Fiesta dengan harga Rp105 juta. Padahal, harga di pasaran mobil itu sekitar Rp130 juta.

Seorang bernama Desi yang melihat iklan itu merasa tertarik, kemudian menghubungi nomor yang dimaksud. Pelaku meminta Desi agar lebih dulu memberikan tanda jadi, untuk memastikan mobil tidak dijual ke pihak lain.

"Korban lalu mengirim uang sebanyak Rp5 juta melalui ATM di kawasan Radio Dalam, Kebayoran Baru. Saat itu pelaku meminta lagi tambahan Rp10 juta. Namun korban menolak karena curiga dan meminta uangnya yang lima juta dikembalikan saja. Sejak saat itu pelaku sulit dihubungi," jelas Iptu Falva.

Iptu Falva menambahkan, setelah menerima laporan, pihaknya segera melakukan penyelidikan kemudian membekuk pelaku di bilangan Depok tanpa perlawanan.

"Kami melakukan pelacakan terhadap selular pelaku dan mendeteksi keberadaannya. Dia ditangkap di daerah Depok," imbuh Iptu Falva.

Saat ini polisi telah mengamankan sejumlah barang bukti tersangka untuk menipu korban, mulai dari handphone, buku rekening, ATM, modem, perdana ponsel hingga laptop.

"Ada beberapa barang bukti yang telah kita amankan, mulai dari 13 hp, tiga buah modem untuk mengakses internet, laptop, ATM, buku rekening dan nomor ponsel," kata Iptu Falva.

Terkait kasus ini, AKBP Bismo menghimbau kepada masyarakat, khususnya para konsumen yang sering melakukan transaksi jual beli melalui website online, harus lebih berhati-hati dan waspada. 

"Untuk masyarakat lebih berhati-hati, misalkan ingin membeli sesuatu melalui online seharusnya bertemu secara fisik dulu. Sebelum melihat barang yang ingin dibeli jangan ditransfer dulu untuk menghindari potensi penipuan seperti ini," imbuh AKBP Bismo.

Iklan
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »