deskripsi gambar

Polisi Tangkap Wanita Penipu Ibu -ibu Pengajian dengan Modus Santuni Anak Yatim

On Agustus 30, 2017 with No comments

Tersangka Reni
Ekposnews.com - Reni Ilastama (34), selaku ibu rumah tangga (IRT), itu mengakui, dia melakukan penipuan terhadap sejumlah ibu-ibu pengajian di kawasan Pademangan, Jakarta Utara sudah berkali-kali.

Di Polsek Pademangan, Reni juga mengakui, dapat meraup keuntungan belasan juta rupiah dengan melakukan penipuan  dengan modus mengajak ibu-ibu pengajian itu untuk ikut serta sebagai relawan penyantunan anak yatim.

"Saya cuma ajak ibu-ibu pengajian. Awalnya, itu saya cari dulu siapa ketua pengajiannya, yang kemudian mengajak ibu-ibu tersebut agar ikut sebuah kegiatan sosial, seperti santunan anak yatim, halal bihalal dan lain-lain. Ya apa saja si pak," ucap Reni di Polsek Pademangan, pada Rabu (30/8/2017) sore.

Ketika mereka diajak, dia juga mengiming - imingi kalau ikut dapat hadiah, dan sejumlah uang transpor senilai Rp 150.000.
"Ya kadang, ada ibu-ibu mau ikut dan tidak. Kebanyakan ya mau ikut saya. Belasan kali seperti ini, belasan juta rupiah saya bisa dapatkan. Ya saya  butuh uang pak buat sekolah anak saya," katanya.

Sementara Kapolres Metro Jakarta Utara Kombes Pol Dwiyono mengatakan, aksi Reni dalam kasus ini terbilang meresahkan para kalangan ibu-ibu di Kawasan Pademangan, dan sekitarnya.
Modus yang dilakukan Reni itu, dikatakan oleh Kombes Pol Dwiyono, yang dengan cara mengiming-imingi para ibu-ibu pengajian di kawasan Pademagan dengan hadiah, seragam pengajian, serta uang transpor Rp 150.000.

"Kasus ini, terjadi pada Sabtu (26/8/2017) lalu. Reni melakukan penipuan kali ini korbannya itu adalah Rosidah (50), Siti Juwariyah (50), serta Kani (49). Ketiganya merupakan asli warga di Pademangan. Ketiganya ini awalnya, ketika itu dihampiri seorang wanita tidak dikenal, di area Lantai II Mall ITC Mangga Dua, Pademangan, Jakarta Utara. Kala itu ketiga korban ini tengah makan di rumah makan mal tersebut," ungkap Kombes Pol Dwiyono.

Reni, papar Kombes Pol Dwiyono, disebut SKSD (Sok Kenal Sok Dekat) terhadap ketiga korban. Pelaku langsung menghampiri ketiga korban di restoran itu dan langsung menawarkan terkait kegiatan sosial dengan iming mendapat uang transport dan seragam pengajian, serta hadiah menarik.
"Pelaku yang residivis ini bukan menghipnotis, tapi memang cara ajakannya pun meyakinkan ketiga korban. Setelah ketiga korban  terpancing dengan ajakan pelaku, pelaku saat itu langsung mengajak ketiga korban ke suatu tempat yang bertujuan mengambil Rp 150 ribu uang transport, seragam serta hadiah menarik itu. 

Sebelum mendapatkannya, ketiga korban harus ikuti kegiatan sosial itu dulu kan," jelas Kombes Pol Dwiyono.

Dikatakan Kombes Pol Dwiyono, ketiga korban itu diajak ke lantai 4 Mall yang dimana pelaku memintakan barang-barang berharganya disimpang di loker yang sudah disediakan.

"Saking tergiurnya akan iming-iming pelaku itu, ketiga korban ini percaya saja. Para korban itu, langsung memberikan perhiasan, ponsel, serta tas bersama-sama isinya di loker yang saat itu sudah disediakan pelaku. Pada akhirnya ketika itu, pelaku pun langsung ajak ketiga korban itu ke Kawasan Ancol, yang dikatakan pelaku saat itu katanya acara santunan anak yatim, ya ada di Ancol. Dibawalah ketiga korban itu ke Ancol. 

Sesampainya disana, pelaku berpura-pura buat mempersiapkan acaranya, padahal tak ada itu acara santunan justru pergi meninggalkan tiga korbannya," papar Kombes Pol Dwiyono.

Sementara pelaku, kembali ke ITC Mangga Dua, untuk mengambil barang-barang korbannya yang ditinggalkan.

Ketiga korban yang akhirnya merasa tertipu melaporkannya ke Polsek Pademangan. 

Saat itu Tim Buser Polsek Pademangan langsung menindaklanjuti kasus itu," ucap Kombes Pol Dwiyono.
Diakui oleh, Kombes Pol Dwiyono pelaku ini menghilangkan jejaknya, dan dikenal licin. Pada Selasa (29/8) malam pelaku pun berhasil tertangkap di Kawasan Jakarta Pusat.

"Dari hasil lidik, kami mendapatkan informasi jika pelaku berada di kontrakan baru di Jakarta Pusat. Saat penangkapan, kondisi pelaku saat tengah menghitung uang hasil penjualan emas milik para korban. Saat itu, pelaku memegang uang Rp 13 Juta dan juga berbagai emas yakni cincin, kalung, gelang, liontin yang total 140,16 gram dan cicin siilver 17,7 gram. Pelaku, juga melakukan hal sama di Mall Pluit dan juga Mal Kelapa Gading," papar Kombes Pol Dwiyono.

Iklan
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »