deskripsi gambar

Saracen, Kelompok Penyebar Hoax, Hate Speech dan SARA Yang Dikelola Secara Profesional

On Agustus 24, 2017 with No comments

Pimpinan Saracen MCA
Ekposnews.com - Beberapa hari belakangan Satgas Patroli Siber Bareskrim Polri berhasil mengungkap para pelaku penyebar kebencian dan konten yang menjelekkan suku, agama, ras dan antargolongan (SARA) di media sosial.

Saracen sudah beroperasi sejak tahun 2015 dimana Saracen ini bekerja secara profesional dan memiliki ribuan akun. Mereka bahkan memasang tarif hingga puluhan juta rupiah.

Kasubdit 1 Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri Kombes Pol Irwan Anwar menyebutkan bahwa sebanyak tiga orang tersangka yang saat ini sudah ditahan, yaitu inisial JAS (32), MFT (42), dan SRN (32).
“Kelompok Saracen memiliki struktur sebagaimana layaknya organisasi pada umunya dan telah melakukan aksinya sejak bulan November 2015,” ujarnya, Rabu (23/08/2017).
JAS berperan sebagai ketua kelompok Saracen, MFT sebagai koordinator bidang media dan informasi, dan SRN sebagai koordinator grup wilayah Jawa Barat.
“Barang bukti yang dari JAS ada 50 simcard berbagai operator, 5 hardisk CPU, 1 HD laptop, 4 ponsel, 5 flashdisk, dan 2 memory card. Dari MFT 1 ponsel, 1 memory card, 5 simcard, dan 1 flashdisk. Dari SRN 1 laptop + hardisk, 2 ponsel, 3 simcard, dan 1 memory card,” jelas Irwan.
Dalam aksinya, Saracen membuat konten hate speech dan isu SARA untuk menyerang tokoh atau kelompok tertentu, termasuk partai politik sesuai dengan isu yang tengah berkembang.
“Mereka menyiapkan proposal. Dalam satu proposal yang kami temukan, itu kurang lebih setiap proposal nilainya puluhan juta rupiah,” kata Irwan.
Namun sayangnya Irwan masih enggan membeberkan lebih lanjut terkait siapa saja yang pernah menggunakan jasa Saracen ini.
“Masih dalam pendalaman. Tapi kurang lebihnya seperti itu (sesuai pemesanan, red),” jelasnya.
Untuk menjalankan aksinya menyebar konten ujaran kebencian, Saracen memiliki akun yang mencapai ribuan.
“Misalnya kurang lebihb 2.000 akun itu dia membuat meme menjelek-jelekkan Islam, ribuan lagi kurang lebih hampir 2.000 juga menjelek-jelekkan Kristen. Itu yang kemudian tergantung pemesanan,” kata Irwan

Iklan
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »