deskripsi gambar

Suasana Haru saat Seorang Anak Yatim ini mencium Kaki Ibunya Setelah Dinyatakan Lulus Seleksi Bintara Polri

On Agustus 06, 2017 with No comments

Ekposnews.com - Tampaknya stigma masuk menjadi anggota kepolisian harus membayar mahal, harus kita pupus. Salah satu calon siswa Brigadir Polri angkatan tahun 2017 di Bangka Belitung, Seorang anak Yatim bernama Ahmad Mustaqim yang juga diterima masuk bintara kepolisian dan akan dididik di SPN Lubuk Bunter Polda Kepulauan Bangka Belitung, yang rencananya akan dibuka Kapolda Kep. Babel Brigjen Pol Drs. Anton Wahono Rabu 9 Agustus 2017 pukul 08.00 Wib.

Ahmad selama ini hidup bersama ibunya, Windarti (53), yang bekerja serabutan untuk menghidupi keluarganya.
Saat pengumuman peserta yang lulus bintara Polri, Ahmad adalah salah satu nama yang tertulis. Meluapkan kegembiraannya, dia sampai sujud syukur mencium kaki ibunya.

Terlihat raut wajahnya yang sangat gembira bercampur takjub dan rasa syukurnya bisa diterima untuk mengikuti pendidikan Bintara Polri di SPN Lubuk Bunter Polda Kwp. Babel. Saat didekati Tim Tribratanewsbabel, dia berucap syukur dan tidak menyangka, benar benar bisa diterima sebagai Calon Siswa Brigadir Polri di Polda Kep. Babel, ujarnya sambil berulang ulang berucap “Alhamdulillah Yaa Alloh, Alhamdulillah Yaa Alloh”, dan sesekali merangkul ibunya.

Sumber : tribratanewsbabel.com

Dengan berpenghasilan yang serba pas pasan, Windarti (53) ibu Kandung Ahmad Mustaqim (Peserta yang dinyatakan lulus sebagai Casis Brigadir di Polda Kep. Babel) hanya mampu menutupi biaya sehari-hari keluarganya. Dan dirinya masih tidak percaya anaknya mampu lulus seleksi menjadi anggota Kepolisian.

“Saya tidak pakai uang dan memang tidak ada uang,” ujar Windarti di Sela sela pengumuman kelulusan Penerimaan Terakhir Bintara Polri 2017 di Gedung Tribrata Mako Polda Kep. Babel, Sabtu (5/8/2017).

Hanya saja, dirinya selalu berdoa meminta kepada Allah SWT yang terbaik buat putra saya dalam mengikuti seleksi polisi tahun 2017. “Dan Alhamdulillah akhirnya anak saya mampu lulus seleksi,” kata dia terisak air mata.

Pada kesempatan itu, dia berterima kasih kepada Kapolda Kep. Babel Brigjen Pol Drs. Anton Wahono karena seleksi tahun ini di Bangka Belitung dapat berlangsung secara bersih dan transparan.

“Pesan saya kepada anak nanti kalau mengikuti pendidikan dan telah berhasil menjadi polisi agar tidak terjerumus ke dalam narkoba,” pesan dia.

Memang beberapa tahun yang lalu, Saya juga sering mendengar bahwa seleksi menjadi anggota Polri di Bangka Belitung itu bersih. Saya kan juga sering mendengar dari Ibu Ibu di Pasar atau tetangga, bahwa ada anaknya atau tetangganya yang katanya masuk menjadi anggota Polri di Bangka Belitung tidak membayar dan tifak keluar sepeserpun. Saat itu memang dalam hati saya bertanya tanya ” Benarkah itu ? “. Tapi setelah saya mengalami sendiri bahwa anak saya Alhamdulillah juga bisa masuk tanpa harus mengeluarkan duit sepeserpun, akhirnya Saya percaya 100 %, bahkan 1000 % kalau mau masuk menjadi anggota Polri tidak membayar sepeserpun, tapi dengan syarat, anaknya harus lincah, fisik kuat, tidak punya penyakit dan tentu dengan Ridlo Alloh Swt, ujarnya.

Sementara itu, Kapolda Kep.Babel Brigjen Pol Drs. Anton Wahono melalui Wakapolda Kombes Pol Tantan Sulistyana, mengatakan, dalam seleksi penerimaan Polri tahun 2017 tetap berpedoman kepada prinsip BETAH (bersih, transparan, akuntabel, dan humanis).

“Dalam seleksi kita one day service. Jadi saat itu tes dan saat itu juga diumumkan pengumuman lulus atau tidaknya,” jelas dia


Iklan
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »