deskripsi gambar

Tingkatkan Penanganan Eksploitasi Anak, Cyber Crime Indonesia Gandeng Interpol

On September 15, 2017 with No comments


Ekposnews.com - Jakarta, Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri menggandeng Interpol untuk meningkatkan kemampuan personel. Salah satunya dengan melakukan pelatihan internet child sex exploitation (ICSE) untuk menangani kasus penyebaran konten eksploitasi anak melalui internet.

"Kasus eksploitasi seksual terhadap anak ini menjadi salah satu perhatian serius kami, sehingga perlu adanya peningkatan kemampuan personel dalam menghadapi serta menangani kasus-kasus tersebut dengan belajar dari Interpol," ujar Direktur Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri Brigjen Pol Muhammad Fadil Imran , Jumat (15/9/2017).

Keseriusan Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri dalam kasus child pornography ini dibuktikan dengan pengungkapan dua kasus yakni yang melibatkan tersangka IS pada 24 Mei 2017 dan MY pada 26 Juli 2017 lalu.

Salah satu yang dipelajari adalah aplikasi khusus ICSE yang dimiliki Interpol untun menangani kasus berkaitan dengan eksploitasi seksual terhadap anak di bawah umur.

"Aplikasi ICSE merupakan aplikasi fotografi forensic yang dikhususkan oleh Interpol untuk mengidentifikasi para korban pelaku pedofil dengan memanfaatkan metadata dan face recognition," lanjutnya.

Pelatihan ini juga sebagai manifestasi kerjasama antara Polri dengan Interpol sebagai upaya untuk meningkatkan kolaborasi dalam penanganan kejahatan siber yang semakin marak dan merupakan kejahatan transnasional yang bersifat borderless.

Ms Cecillia Walint dari Unit Crime Against Children di Interpol juga mengatakan sangat terkesan dengan semangat dan antusiasme dari para peserta selama pelatihan, karena ketika pelatihan berlangsung peserta telah berhasil mengidentifikasi 8 korban anak melalui aplikasi ICSE yang baru saja dilatihkan.

"Kami sangat terkesan dengan peserta dari Indonesia, karena para peserta telah dapat mengimplementasikan ilmu dan pengetahuan yang baru saja mereka dapat dengan sangat baik. Semoga setelah ini Cyber Crime Indonesia dapat mengungkap lebih banyak pelaku kasus eksploitasi anak," terang Walint. 

Sumber : Detik.com

Iklan
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »