deskripsi gambar

Tega, Ayah Cabuli Anak Kandung Yang Masih Balita

On Mei 17, 2018 with No comments

Ekposnews.com - Seganas ganasnya harimau tidak akan mau makan anaknya sendiri, pepatah itu tidak berlaku bagi MO (29) warga pamenang barat, yang tega merampas masa depan anak kandunganya sendiri yang masih balita.

Aksi pencabulan yang di lakukan MO di ketahui setelah korban berprilaku tidak senonoh Pada Selasa(24/4) sekitar pukul 21.00, dimana korban dengan spontanitas membuka rok ibunya saat berada di dalam kamar. Karena merasa heran,ibu korban bertanya kepada korban siapa yang mengajari perbuatan tersebut, sontak sang anak mengatakan jika ayah kandungnyala yang mengajari perbuatan tersebut.

Merasa ada yang anek dengan prilaku anaknya,ibu korban memeriksakan kondisi korban ke rumah sakit, dan setelah dilakukan pengecekan,rupanya kemaluan korban sudah robek, karena merasa anaknya telah di cabuli, ibu korban melaporkan kejadian tersebut ke Polres Merangin pada Senin(30/4)sekitar pukul 13.00 WIB.

Usai menerima laporan dari ibu korban,serta memeriksa saksi-saksi dan bukti yang cukup,Juma't (11/5) sekitar pukul 17.00, Unit PPA dan Opsnal Sat Reskrim langsung melakukan penangkapan terhadap MO ayah korban yang saat itu berada di rumahnya.

Setelah di amankan dan di bawa ke Polres Merangin,di hadapan penyidik pelaku mengakui jika telah mencabuli anaknya sebanyak dua kali.

“Saya melakukan hal tersebut karna ada masalah dengan istri saya,dimana setiap kali saya meminta hubungan bandan selalu di tolak,dan saat itupun saya dan istri saya sudah pisah ranjang,”tutur MO, Rabu (16/5).

Kapolres Merangin AKBP I Kade Utama Wijaya,SIK,MH melalui Paur Humas Ipda Echo Sitorus membenarkan jika telah mengamankan pelaku pencabulan.

“Untuk pelaku adalah ayah kandungnya sendiri,dari keterangan pelaku,dirinya mencabuli anaknya sebanyak dua kali saat berada di rumahnya,”jelas Sitorus

Sitorus juga menjelaskan, sejauh ini motif pelaku melakukan perbuatan cabulnya belum bisa kita pastikan,sebab pelaku masih di periksa oleh penyidik kita.

“Untuk pelaku akan kita jerat dengan pasal 81 subsider 82 undang-undang nomor 35 tahun 2014 tentang perlindungan anak dengan ancaman penjara di atas lima belas tahun penjara,” tutupnya.

Iklan
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »